Politik

Hadapi Pemilu 2029, Golkar Siapkan Pola Baru Kaderisasi untuk Generasi Muda

Hadapi Pemilu 2029, Golkar Siapkan Pola Baru Kaderisasi untuk Generasi Muda

Jakarta — Partai Golkar mulai menyesuaikan pola kaderisasi politik untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi Z dan milenial. Perubahan strategi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan digital serta memperkuat komunikasi yang lebih fleksibel.

Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar Said Aldi Al Idrus mengatakan pendekatan kepada anak muda tidak lagi dapat dilakukan dengan cara yang terlalu formal dan kaku. Menurutnya, interaksi dengan generasi muda perlu dibangun melalui komunikasi yang lebih terbuka, kreatif, dan berbasis keterlibatan.

Said menyampaikan hal tersebut usai menghadiri pertemuan dengan Barisan Muda KOSGORO 1957 (BMK 57) di Bandongan, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026). Ia menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda berkomunikasi dan melihat dunia politik.

Menurutnya, generasi Z dan milenial saat ini lebih tertarik pada kegiatan berbasis komunitas, hobi, profesi, serta aktivitas sosial. Karena itu, pola rekrutmen dan kaderisasi politik perlu mengikuti perubahan tersebut agar lebih relevan dengan kebutuhan anak muda.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan, kata Said, adalah menghadirkan konten politik digital yang lebih komunikatif, edukatif, dan mudah dipahami. Selain itu, ruang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik dan kebangsaan juga perlu diperluas.

Golkar menilai penguatan organisasi kepemudaan dan kaderisasi generasi muda menjadi bagian penting dalam konsolidasi partai menuju Pemilu 2029. Melalui pendekatan baru tersebut, partai berharap dapat meningkatkan keterlibatan anak muda dalam dunia politik.