Jakarta – Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk mempercepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ketersediaan ayam, telur, dan susu bagi kebutuhan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industri peternakan dalam negeri. Pada tahap awal, pemerintah mengembangkan lima kawasan peternakan di Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo.
Untuk pembangunan lima kawasan tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,2 triliun. Sementara total anggaran yang dipersiapkan untuk pengembangan ekosistem peternakan di berbagai wilayah mencapai sekitar Rp17 triliun.
Amran menargetkan pembangunan lima kawasan tahap awal dapat rampung pada 2027. Kawasan tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pabrik pakan, pembibitan atau DOC, budidaya ayam, produksi telur, serta pengembangan sapi perah dan susu.
Konsep terintegrasi ini juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan bergizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah mendorong agar kebutuhan ayam, telur, dan susu dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Pengembangan industri pakan menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut. Bahan baku jagung diharapkan berasal dari sentra produksi di sekitar kawasan peternakan sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan.
Selain pakan, fasilitas DOC akan dibangun untuk memperkuat ketersediaan bibit ayam di dekat sentra produksi. Sementara pengembangan sapi perah diarahkan untuk meningkatkan produksi susu nasional dan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Di Sulawesi Selatan, salah satu kawasan pengembangan berada di Bone dengan luas sekitar 150 hektare. Pemerintah berharap kawasan tersebut tidak hanya meningkatkan produksi peternakan, tetapi juga memperkuat rantai pasok, industri pengolahan, distribusi, serta aktivitas ekonomi di wilayah sekitar.