Ekonomi

Biodiesel B50 Jadi Rekor Dunia, Indonesia Tak Lagi Impor Solar CN48

Biodiesel B50 Jadi Rekor Dunia, Indonesia Tak Lagi Impor Solar CN48

Jakarta – Indonesia mencatat capaian penting dalam pengembangan energi terbarukan melalui penerapan biodiesel B50, yakni campuran 50 persen FAME berbasis minyak kelapa sawit dengan solar. Program ini disebut berhasil menghentikan kebutuhan impor solar jenis CN48 sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan penerapan B50 menjadi yang pertama di dunia dengan tingkat campuran FAME mencapai 50 persen. Capaian tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai pelopor sekaligus rujukan dalam pengembangan biodiesel.

Sebelum diterapkan secara luas, pemerintah telah melakukan uji jalan selama enam bulan pada berbagai jenis kendaraan untuk memastikan performa dan keandalan B50. Pemerintah juga menyiapkan kerangka acuan penerapan B50 sebagai pedoman implementasi ke depan.

Dukungan terhadap program ini turut diberikan Pertamina Patra Niaga melalui penguatan fasilitas blending, penyimpanan, pengendalian mutu, hingga distribusi B50. Langkah tersebut diharapkan menjaga kelancaran pasokan sekaligus mendukung transisi dari bahan bakar fosil menuju energi yang lebih berkelanjutan