Pemerintah menyerap dana sebesar Rp32 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 4 Agustus 2026. Lelang tersebut mendapat respons kuat dari investor dengan total penawaran masuk mencapai Rp70,72 triliun, jauh melampaui nilai yang dimenangkan.
Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, seri FR0110 menjadi penyumbang serapan terbesar dengan nilai Rp15,8 triliun dari penawaran Rp34,49 triliun. Seri ini memiliki jatuh tempo 15 Mei 2032 dengan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 7,29574 persen.
Selain FR0110, pemerintah juga menyerap Rp5 triliun dari seri SPN12270805, Rp3,8 triliun dari seri FR0108, serta Rp3,05 triliun dari seri FR0107. Sementara seri lainnya seperti SPN01260905, SPN12261105, FR0106, FR0102, dan FR0105 dimenangkan dengan nilai yang lebih kecil.
Kuatnya permintaan pada lelang SUN menunjukkan minat investor terhadap instrumen utang pemerintah masih terjaga di tengah dinamika pasar keuangan. Tingginya penawaran pada seri tenor menengah dan panjang juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek stabilitas fiskal dan pengelolaan pembiayaan pemerintah.
Hasil lelang ini sekaligus memperkuat strategi pembiayaan APBN melalui kombinasi instrumen jangka pendek dan jangka panjang guna menjaga kebutuhan pendanaan tetap terukur dan efisien.