Nasional

Indonesia Tekankan Inovasi Jadi Kunci Penguatan ASEAN Plus Three

Indonesia Tekankan Inovasi Jadi Kunci Penguatan ASEAN Plus Three

Indonesia menyerukan perlunya memperluas inovasi dalam kerja sama ASEAN Plus Three (APT) agar tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global. Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam Pertemuan ke-27 ASEAN Plus Three yang berlangsung di sela Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59 di Manila, Filipina.

Menurut Sugiono, keberlangsungan kerja sama ASEAN Plus Three bergantung pada kemampuan seluruh anggotanya untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan hasil yang nyata bagi kawasan. Ia menilai kolaborasi tersebut telah membuktikan perannya sebagai salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong kerja sama regional sejak dibentuk pada 1997.

Indonesia juga menyoroti pentingnya memperluas keberhasilan kerja sama di bidang ketahanan pangan yang selama ini diwujudkan melalui Cadangan Pangan Darurat ASEAN Plus Three. Ke depan, kerja sama diharapkan mencakup inovasi pertanian, penguatan rantai pasok pangan, serta diversifikasi cadangan pangan guna meningkatkan ketahanan kawasan terhadap berbagai krisis.

Di sektor keuangan, Indonesia menyambut kemajuan multilateralisasi Inisiatif Chiang Mai yang menjadi jaring pengaman finansial regional. Sugiono menilai implementasi Fasilitas Pendanaan Kilat (Rapid Financing Facility/RFF) dan reformasi struktur keuangan akan mempercepat akses pendanaan saat terjadi krisis. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kerja sama ASEAN Plus Three tetap berlandaskan prinsip Traktat Persahabatan dan Kerja Sama Asia Tenggara (TAC) serta sejalan dengan Visi Komunitas ASEAN 2045 dan Wawasan Indo-Pasifik ASEAN (AOIP).