Nasional

Desa Berbasis Teknologi Dipercepat Lewat Kerja Sama Kemdiktisaintek–Kemendes

Desa Berbasis Teknologi Dipercepat Lewat Kerja Sama Kemdiktisaintek–Kemendes

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggandeng Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dalam penandatanganan nota kesepahaman guna memperkuat pembangunan desa berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar hasil riset perguruan tinggi dapat terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat di desa.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis agar inovasi tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi hadir sebagai solusi nyata dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Fauzan menjelaskan, kolaborasi tersebut difokuskan pada tiga agenda utama, yakni penguatan sumber daya manusia desa, hilirisasi inovasi, serta pengembangan desa binaan sebagai ruang implementasi riset dan teknologi.

Pada aspek penguatan SDM, program diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pemuda desa melalui pengembangan kompetensi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, hilirisasi inovasi dilakukan dengan menerapkan hasil riset dan teknologi tepat guna untuk mendukung sektor strategis seperti pertanian, ekonomi lokal, pendidikan, hingga ketahanan desa.

Adapun pengembangan desa binaan ditujukan sebagai laboratorium hidup (living laboratory) bagi perguruan tinggi, sehingga inovasi dapat diuji sekaligus diterapkan secara langsung sesuai kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menilai desa kini menjadi penggerak baru dalam pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga membutuhkan dukungan inovasi dari perguruan tinggi dan lembaga riset.

Kedua kementerian menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi luas yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, sektor swasta, hingga komunitas.

Ke depan, kemitraan tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi riset, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.

Dikutip dari antaranews.com