Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, meluncurkan program Sangu Sampah Trenggalek, sebuah inisiatif inovatif yang menggabungkan edukasi lingkungan dan inklusi keuangan untuk pelajar sekolah serta santri pondok pesantren. Program ini bertujuan mengurangi emisi karbon, sekaligus menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini.
Melalui program ini, setiap peserta memiliki akun khusus, dengan pengelolaan dibimbing guru atau pengurus pondok. Sampah yang dikumpulkan dikonversikan menjadi poin melalui aplikasi TGX Waste Coin, dan setiap tiga bulan nilai ekonomi sampah dicairkan menjadi uang saku.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyatakan bahwa program ini menjadi langkah konkret mendukung target Trenggalek Net Zero Carbon 2045, di mana sektor sampah dipilih karena memiliki nilai ekonomi meski memerlukan biaya pengolahan. Dengan melibatkan pelajar dari SD hingga perguruan tinggi, program ini sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan dan literasi keuangan sejak dini.
Dikutip dari antaranews.com