Brian Yuliarto menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, adaptif, dan siap menghadapi transformasi industri. Menurutnya, lulusan vokasi harus mampu menyeimbangkan penguasaan teori dengan keterampilan praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pemerintah terus mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri guna meningkatkan daya saing lulusan, baik di tingkat nasional maupun global. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan Open House 2026 yang digelar oleh Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) pada 15–16 April 2026 di Depok.
Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi siswa dan guru untuk mengenal lebih dekat pendidikan vokasi melalui berbagai agenda, seperti open booth jurusan, campus tour, serta sesi berbagi pengalaman bersama alumni dan profesional. PNJ juga membuka berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru, termasuk jalur mandiri dan kerja sama industri.
Selain itu, PNJ memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak industri melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup pengembangan kurikulum berbasis industri, program magang, hingga peluang penyerapan tenaga kerja. Kolaborasi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap kerja, kompeten, dan mampu bersaing di dunia industri.
Dikutip dari antaranews.com