Daerah

BNPB Kerahkan Puluhan Ribu Personel untuk Tangani Karhutla di Kalimantan dan Sumsel

BNPB Kerahkan Puluhan Ribu Personel untuk Tangani Karhutla di Kalimantan dan Sumsel

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dalam penanganan di area seluas 1.566 hektare di Pulau Kalimantan hingga Selasa (27/10/2026). Penanganan terus diperkuat melalui pengerahan personel, peralatan pemadaman, serta operasi modifikasi cuaca.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa area yang masih ditangani tersebar di tiga provinsi. Kalimantan Tengah mencatat luasan terbesar, yakni 1.140 hektare, disusul Kalimantan Barat 391 hektare dan Kalimantan Selatan 35 hektare.

Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 51.057 personel satuan tugas darat telah dikerahkan ke empat provinsi prioritas karhutla. Rinciannya, 16.387 personel bertugas di Kalimantan Tengah, 14.458 personel di Kalimantan Barat, 7.927 personel di Kalimantan Selatan, serta 12.285 personel di Sumatera Selatan.

Selain dukungan personel, penanganan di lapangan juga diperkuat dengan berbagai perlengkapan, seperti pompa pemadam, selang, nosel, tangki, alat pelindung diri, masker, mesin alkon, drone, dan alat berat. Dukungan peralatan diberikan oleh sejumlah kementerian dan lembaga sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.

Di Sumatera Selatan, BNPB menyalurkan tujuh motor trail, 17 pompa jinjing, dan delapan tangki fleksibel. Sementara itu, Kementerian Pertahanan memberikan dukungan berupa 100 motor dan 20 ekskavator untuk membantu penanganan kebakaran.

Khusus di Kalimantan Selatan, BNPB mengerahkan 37 pompa jinjing dan 36 unit self-contained breathing apparatus (SCBA). Kementerian Pertahanan turut menyediakan 49 pompa Honda dan 140 dus selang, sedangkan Kementerian Pertanian menyumbangkan 30 pompa.

BNPB terus mengintensifkan upaya penanganan karhutla melalui koordinasi lintas lembaga, pengerahan personel, dan dukungan sarana pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah wilayah dan mengurangi risiko dampak karhutla terhadap masyarakat serta lingkungan.