Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Kamis pagi, 22 Oktober 2026, ke level Rp18.038 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan laporan CNN Indonesia, rupiah terkoreksi 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Peso Filipina melemah 0,02 persen dan ringgit Malaysia turun 0,03 persen. Dolar Singapura juga terkoreksi 0,03 persen, sementara yuan China bergerak relatif stabil. Di sisi lain, yen Jepang menguat 0,03 persen dan won Korea Selatan naik 0,13 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur sehari sebelumnya. Keputusan tersebut dinilai berada di luar ekspektasi pasar.
Meski demikian, perbaikan sentimen di pasar saham berpeluang menahan pelemahan rupiah, bahkan membuka ruang penguatan jika kondisi pasar ekuitas membaik. Investor juga mencermati kabar mengenai kemungkinan kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat yang dapat memengaruhi sentimen pasar global.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS sepanjang perdagangan Kamis. Pergerakan selanjutnya akan dipengaruhi oleh sentimen pasar keuangan serta perkembangan situasi global.