Jakarta – Ekspor industri mainan Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif pada semester I 2026. Nilai ekspor periode Januari-Juni 2026 mencapai USD351,8 juta, meningkat 18,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar USD297,7 juta.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang bagi industri mainan nasional untuk memperluas penetrasi di pasar global.
Sejumlah negara menjadi tujuan ekspor mainan Indonesia, di antaranya Amerika Serikat, Inggris, China, Australia, dan Republik Ceko. Industri mainan nasional juga tercatat konsisten membukukan surplus net ekspor dalam lima tahun terakhir.
Pada 2025, nilai ekspor industri mainan mencapai sekitar USD664,6 juta atau tumbuh 8,2 persen dibandingkan 2024. Kementerian Perindustrian menilai sektor ini memiliki prospek positif karena mampu menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus menyerap tenaga kerja.
Berdasarkan data BPS 2024 dan SIINas 2025, terdapat 256 unit usaha industri mainan yang menyerap 15.663 tenaga kerja. Industri tersebut juga didukung 10 sentra IKM mainan yang tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Selain pasar ekspor, penguatan pasar domestik menjadi perhatian pemerintah. Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan standar, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta penguatan daya saing agar produk mainan nasional semakin mampu bersaing di pasar internasional.
Peluang juga terbuka pada segmen mainan edukatif dan produk pendukung pembelajaran, seperti permainan konstruksi, puzzle, dan board game. Produk tersebut dinilai tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat membantu mengembangkan kreativitas, kemampuan motorik, imajinasi, dan kemampuan memecahkan masalah pada anak.
Untuk memperkuat penggunaan produk lokal, Kementerian Perindustrian mendorong program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Hingga 2026, sebanyak 65 pelaku industri mainan telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang menunjukkan semakin terbentuknya kemampuan industri mainan nasional dalam memenuhi kandungan lokal.