Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, berencana menanamkan investasi sekitar US$4,5 miliar atau sekitar Rp80,6 triliun di Batam, Kepulauan Riau. Rencana investasi tersebut akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur pusat data dan national computing untuk mendukung kebutuhan kecerdasan buatan (AI).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Nvidia menjadi salah satu perusahaan yang melirik Batam seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI di Indonesia. Pemerintah juga mendorong pengembangan pusat data nasional melalui berbagai kawasan, termasuk kawasan ekonomi khusus (KEK).
Menurut Airlangga, Indonesia memiliki sejumlah faktor pendukung untuk mengembangkan industri pusat data, seperti ketersediaan lahan, listrik, energi hijau, dan air. Infrastruktur tersebut dibutuhkan karena pusat data berbasis AI memerlukan kapasitas komputasi serta sistem pendingin dalam skala besar.
Kapasitas data center di Indonesia saat ini disebut mencapai sekitar 800 megawatt dan berpotensi meningkat menjadi sekitar 1,3 gigawatt dari berbagai proyek yang berada dalam pipeline.
Pengembangan infrastruktur komputasi juga diarahkan untuk mendukung pemanfaatan AI di dalam negeri. Pemerintah mendorong penggunaan AI berbasis open source dengan basis data yang berada di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi.
AI nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, kesehatan, pemerintahan hingga pertambangan. Pemerintah juga memperkirakan ekonomi digital Indonesia yang saat ini sekitar US$180 miliar dapat meningkat menjadi sekitar US$400 miliar pada 2030.