Jakarta — Belanja negara dalam RAPBN 2027 disepakati mencapai Rp4.106,2 triliun setelah pemerintah dan Badan Anggaran DPR melakukan penyesuaian dalam pembahasan APBN. Angka tersebut meningkat dari rancangan awal sebesar Rp4.097,2 triliun.
Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. Pemerintah menyatakan belanja akan diarahkan secara lebih selektif dan efisien agar mendukung program prioritas serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial.
Dalam pembahasan terbaru, pendapatan negara disepakati sebesar Rp3.435,1 triliun. Pemerintah dan Banggar juga mempertahankan defisit anggaran sebesar Rp671,2 triliun atau sekitar 2,4 persen terhadap PDB.
Sebelumnya, pemerintah merancang RAPBN 2027 dengan fokus pada sejumlah sektor prioritas, antara lain pangan, energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, serta penurunan kemiskinan.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga menekankan bahwa peningkatan belanja negara perlu diikuti efisiensi dan ketepatan sasaran, bukan sekadar pemangkasan anggaran.