Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Senin (14/9/2026). Rupiah berada di level Rp17.605 per dolar AS atau menguat 6 poin, setara 0,03 persen, dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS cenderung bervariasi. Peso Filipina melemah 0,19 persen, won Korea Selatan turun 0,24 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen, dan yen Jepang terkoreksi 0,09 persen. Sementara yuan China menguat tipis 0,01 persen.
Di kelompok mata uang negara maju, euro melemah 0,12 persen, poundsterling turun 0,05 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,29 persen. Sebaliknya, dolar Kanada menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi melemah sepanjang perdagangan hari ini. Menurutnya, penguatan dolar AS dipengaruhi data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus US$100 per barel juga dinilai dapat memberikan tekanan terhadap rupiah. Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS.