Nasional

Wapres Gibran Dorong Birokrasi Lebih Gesit dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat

Wapres Gibran Dorong Birokrasi Lebih Gesit dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya transformasi birokrasi agar lebih adaptif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia di Jakarta.

Menurut Gibran, peningkatan efektivitas pemerintahan harus dibarengi dengan perubahan pola kerja birokrasi yang lebih lincah dan tidak berbelit-belit. Ia menegaskan bahwa instansi pemerintah harus mampu bergerak lebih cepat dalam merespons kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan secara optimal. Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menghadirkan layanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selain itu, Gibran menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan berbagai program pemerintah. Sinergi yang kuat antarinstansi dan lembaga dinilai mampu mengatasi hambatan koordinasi yang selama ini sering memperlambat pelaksanaan kebijakan. Karena itu, ia mendorong para calon pemimpin untuk membangun budaya kerja yang lebih terbuka dan mengedepankan kerja sama dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Dalam pembekalannya, Wapres juga mengingatkan pentingnya kepekaan pemimpin terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, kebijakan yang tepat tidak hanya lahir dari perencanaan yang matang, tetapi juga dari pemahaman langsung terhadap persoalan yang terjadi di lapangan. Ia mencontohkan persoalan distribusi pupuk yang sebelumnya terkendala banyak regulasi sehingga menyulitkan petani dalam memperoleh kebutuhan produksi pertanian.

Gibran menegaskan bahwa berbagai tantangan tersebut hanya dapat diatasi apabila pemimpin hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi secara langsung, serta memahami kebutuhan riil yang dihadapi warga. Dengan pendekatan tersebut, kebijakan yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran, efektif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.