PT Timah Tbk mencatatkan kinerja keuangan impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun, atau melonjak hingga 595 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp252 miliar.
Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang meningkat signifikan hingga Rp5,47 triliun atau naik 160,5 persen secara tahunan (year on year), seiring kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah di pasar global.
Dari sisi operasional, produksi bijih timah melonjak 96 persen menjadi 6.312 ton, sementara produksi logam timah naik 82 persen menjadi 5.630 metrik ton. Penjualan pun meningkat 113 persen menjadi 6.009 metrik ton, dengan dominasi pasar ekspor mencapai 97 persen.
Selain itu, EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp2,1 triliun, tumbuh 450 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini turut didukung optimalisasi operasional, penambahan unit produksi, serta perbaikan tata kelola perusahaan.
Perseroan juga mencatatkan penguatan fundamental keuangan dengan total aset mencapai Rp15,23 triliun, meningkat 11,62 persen secara tahunan, serta ekuitas yang tumbuh menjadi Rp9,96 triliun.
Capaian ini menunjukkan strategi peningkatan produksi dan efisiensi yang dijalankan perusahaan mampu memberikan hasil positif sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar timah global.
Dikutip dari antaranews.com