PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 5 persen secara tahunan (year on year/yoy), didukung peningkatan pendapatan operasional sebesar 6 persen.
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menyampaikan bahwa momentum pertumbuhan pada awal tahun tetap terjaga, baik dari sisi penyaluran kredit maupun penghimpunan dana. Pertumbuhan kredit yang positif mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan dana murah (CASA) menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat.
Sepanjang kuartal I 2026, penyaluran kredit OCBC mencapai Rp171,0 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL gross) berada di level 2,1 persen, sementara loan at risk (LaR) membaik menjadi 5,3 persen dengan tingkat pencadangan yang memadai.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp226,4 triliun atau tumbuh 4 persen secara tahunan, dengan rasio CASA meningkat menjadi 61,9 persen. Total aset perusahaan juga naik 7 persen menjadi Rp312,9 triliun.
Permodalan dan likuiditas tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 25,0 persen serta rasio likuiditas (LCR) 236,7 persen.
Selain itu, layanan digital menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan nilai transaksi melalui e-channel meningkat 15 persen. Jumlah pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile naik 8 persen, sementara pengguna OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi tumbuh 20 persen secara tahunan.
Sumber antaranews.com