Semarang – Dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Ruang Aula Gedung A Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas penanganan titik rawan kecelakaan (blackspot) di ruas Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, sekaligus melakukan evaluasi penyelenggaraan angkutan Lebaran Tahun 2025 guna merumuskan langkah strategis ke depan.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dirlantas Polda Jawa Tengah, Kepala BPTD Kelas I Jawa Tengah, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Kepala Jasa Raharja Provinsi Jawa Tengah, serta Ketua Kelompok Kerja Forum LLAJ. Kehadiran lintas sektor ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada tingginya angka kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Prof. Hamka yang merupakan salah satu jalur padat aktivitas di Kota Semarang. Berdasarkan hasil analisis yang disampaikan, beberapa faktor utama penyebab kecelakaan antara lain tingginya volume kendaraan, intensitas keluar masuk kendaraan dari kawasan usaha di sepanjang jalan tersebut, serta belum optimalnya fasilitas keselamatan jalan seperti rambu, marka, dan sistem pengendalian arus lalu lintas.
Selain itu, forum juga memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan angkutan Lebaran Tahun 2025. Secara umum, penyelenggaraan angkutan Lebaran dinilai berjalan cukup baik, namun masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan, khususnya terkait kepadatan lalu lintas di jalur utama serta meningkatnya potensi kecelakaan di titik-titik tertentu, termasuk pada ruas tol yang menerapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem one way. Dalam evaluasi tersebut juga disoroti adanya faktor kelelahan pengemudi (fatigue) sebagai salah satu penyebab kecelakaan, sehingga diperlukan penambahan rambu peringatan, fasilitas keselamatan seperti guard rail, serta penataan titik istirahat yang memadai.
Sebagai tindak lanjut dari hasil pembahasan, Forum LLAJ menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan di ruas Jalan Prof. Hamka, antara lain melalui peningkatan sosialisasi kepada pelaku usaha di sekitar kawasan mengenai pentingnya keselamatan lalu lintas, pemasangan rambu-rambu dan papan peringatan di titik rawan, serta penerapan manajemen lalu lintas berupa pembatasan jam operasional kendaraan tertentu.
Selain itu, akan dilakukan pembatasan kendaraan berat seperti truk dan tronton pada waktu-waktu tertentu guna mengurangi kepadatan dan risiko kecelakaan. Forum juga merencanakan pemasangan portal di akses keluar masuk kawasan untuk mengendalikan arus kendaraan, serta pengkajian teknis pelebaran jalan guna meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus lalu lintas di lokasi tersebut.
Melalui sinergi lintas sektor yang terjalin dalam Forum LLAJ ini, diharapkan upaya penanganan titik rawan kecelakaan dapat berjalan secara komprehensif dan berkelanjutan. Jasa Raharja bersama seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan keselamatan transportasi, sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, khususnya di wilayah Kota Semarang.