Partai NasDem menegaskan bahwa gagasan yang disampaikan Ketua Umumnya, Surya Paloh, bukanlah merger atau fusi partai politik, melainkan konsep political bloc atau blok politik.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, yang menyebut bahwa blok politik merupakan bagian dari strategi untuk menciptakan sistem politik yang lebih solid dan tidak sekadar transaksional. Ia menilai, selama ini hubungan antarpartai cenderung bersifat pragmatis, sehingga diperlukan pendekatan baru yang lebih terstruktur dari tingkat atas hingga bawah.
Menurut Willy, penggunaan istilah merger dalam konteks tersebut tidak tepat. Ia mengingatkan bahwa Indonesia memang pernah memiliki sejarah fusi partai politik, namun hal itu terjadi karena dorongan kekuasaan, seperti penggabungan partai menjadi PPP dan PDI pada masa lalu.
Konsep political bloc yang ditawarkan dinilai berbeda, karena lebih menekankan pada kesamaan visi dan kekuatan kolektif tanpa harus melebur secara formal. Ia juga mencontohkan bahwa model blok politik pernah ada dalam sejarah Indonesia, seperti konsep Nasakom di era Presiden Soekarno maupun Golongan Karya pada masa awal pembentukannya.
Terkait pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, NasDem menilai hal tersebut sebagai pertemuan wajar antar tokoh politik yang memiliki hubungan baik. Diskusi yang dilakukan disebut mencakup berbagai isu strategis dalam suasana setara dan terbuka.
Dengan demikian, NasDem menegaskan bahwa gagasan blok politik merupakan upaya membangun sistem politik yang lebih kuat, bukan penggabungan partai seperti yang berkembang dalam isu publik.
Dikutip dari antaranews.com