Ekonomi

Harga Minyak Dunia Naik 2% di Tengah Ketidakpastian Negosiasi Nuklir AS-Iran

Harga Minyak Dunia Naik 2% di Tengah Ketidakpastian Negosiasi Nuklir AS-Iran

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Jumat waktu AS, menyusul diperpanjangnya pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Kenaikan dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur 20% pasokan global.

  • Minyak Brent naik USD 1,73 atau 2,45%, menjadi USD 72,48 per barel.
  • Minyak WTI AS menguat USD 1,81 atau 2,78%, ke USD 67,02 per barel.

Menurut analis PVM Tamas Tamas Varga, pergerakan harga sepenuhnya dipicu oleh hasil pembicaraan nuklir Iran dan potensi aksi militer AS. Diskusi teknis tingkat lanjut dijadwalkan di Wina pekan depan, meskipun opsi militer masih menjadi skenario yang diperhitungkan.

Harga minyak saat ini sudah mencerminkan premi risiko geopolitik sebesar USD 8–10 per barel. Pasar global mengantisipasi gangguan pasokan dari Timur Tengah, sehingga produsen seperti Uni Emirat Arab berencana meningkatkan ekspor Murban pada April. Sementara Arab Saudi kemungkinan menaikkan harga jual minyak mentah untuk pasar Asia, terutama India, sebagai pengganti pasokan Rusia.

Kelompok produsen OPEC+ diperkirakan mempertimbangkan kenaikan produksi sebesar 137.000 barel per hari pada pertemuan 1 Maret 2026, setelah menahan peningkatan produksi kuartal pertama.

Kenaikan harga ini menegaskan sensitifitas pasar minyak terhadap ketidakpastian geopolitik dan pentingnya koordinasi produsen untuk menjaga stabilitas pasokan global.

Dikutip dari liputan6.com