Politikus Arief Poyuono menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar bantuan makan gratis, melainkan strategi ekonomi dan investasi pembangunan manusia. Menurutnya, jika dipahami sebagai belanja rutin, MBG dianggap beban fiskal. Namun, ditempatkan sebagai investasi, program ini meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi muda, yang berdampak pada konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi.
Arief menjelaskan, gizi yang cukup pada anak sekolah meningkatkan konsentrasi belajar, kehadiran, dan perkembangan kognitif, yang jangka panjangnya meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Dampak ekonomi MBG juga memperkuat penerimaan pajak dan kapasitas fiskal negara.
Beberapa penelitian internasional, termasuk UNICEF dan Bank Dunia, menunjukkan setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan dalam program makan sekolah dapat menghasilkan manfaat ekonomi hingga 35 dolar AS melalui peningkatan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas. Program MBG juga menstimulasi pertanian lokal, UMKM pangan, dan lapangan kerja, menciptakan multiplier effect signifikan bagi ekonomi nasional.
Dikutip dari antaranews.com