Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Jawa Barat, menegaskan bahwa upaya pemulihan ekosistem hutan di kawasan Gunung Ciremai terus berjalan secara berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan isu yang menyebutkan tidak adanya kegiatan rehabilitasi di kawasan tersebut.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 2 TNGC, Halu Oleo, mengatakan lebih dari 100 hektare lahan saat ini berada dalam tahap pemulihan melalui kegiatan penanaman dan perawatan vegetasi. Program penghijauan tersebut dirancang secara terencana dan berkelanjutan, termasuk melalui agenda pemulihan ekosistem yang disusun untuk tahun 2026.
Pemulihan tutupan lahan menjadi bagian penting dari pengelolaan kawasan konservasi seiring perubahan status Gunung Ciremai dari hutan produksi menjadi taman nasional. Selain aspek teknis, BTNGC juga mendorong keterlibatan dan perubahan pola pikir masyarakat agar perlindungan lingkungan dapat berjalan seimbang dengan kebutuhan sosial.
Dalam pengelolaannya, TNGC mengedepankan tiga pilar utama, yakni perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari. Masyarakat dilibatkan melalui berbagai skema, mulai dari patroli kawasan, pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman hasil rehabilitasi. BTNGC juga mengembangkan kemitraan ekonomi produktif bagi kelompok masyarakat sekitar kawasan sebagai bagian dari penguatan konservasi berkelanjutan.
Dikutip dari antaranews.com