Harga minyak dunia kembali stabil pada perdagangan Jumat setelah transaksi minyak mentah AS dibuka kembali pasca gangguan sistem di pusat data CyrusOne. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup di USD 58,55 per barel, sementara Brent berada di USD 63,20 per barel.
Meskipun stabil, WTI dan Brent sedang menuju penurunan bulanan keempat berturut-turut, dipengaruhi ekspektasi meningkatnya pasokan global dan potensi surplus minyak dunia. Analis menilai, margin keuntungan kilang yang kuat tetap menopang permintaan di beberapa wilayah.
Fokus pasar kini tertuju pada rapat OPEC+ yang akan digelar pada Minggu mendatang, di mana grup produsen minyak kemungkinan besar akan mempertahankan level produksi saat ini dan membahas mekanisme baru penilaian kapasitas produksi anggota. Selain itu, negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina juga menjadi faktor sentimen harga, karena ketidakpastian bisa memicu sanksi tambahan terhadap ekspor minyak Rusia.
Arab Saudi diperkirakan menurunkan harga jual resmi (OSP) minyak untuk Asia pada Januari, yang dapat menjadi level terendah dalam lima tahun terakhir, menambah tekanan pada harga minyak global.
Dikutip dari liputan6.com