Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai langkah strategis pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang lebih merata hingga ke berbagai wilayah Indonesia.
Kepala KSP Dudung Abdurachman mengatakan dimulainya pembelajaran angkatan pertama SNT menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan nasional. Program tersebut menjadi upaya pemerintah menghadirkan sekolah terintegrasi dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
Menurut Dudung, SNT tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi bentuk intervensi negara untuk memperluas akses pendidikan bermutu yang dekat dengan masyarakat.
Ia menilai keberadaan SNT dapat menjadi sarana untuk mengukur peningkatan dan pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah. KSP juga memiliki peran dalam memastikan program prioritas pemerintah tersebut berjalan sesuai target.
Dudung menekankan keberhasilan SNT membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, guru, serta seluruh pihak terkait agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan berkualitas.
Ia juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar di SNT untuk mengembangkan potensi, meraih cita-cita, serta membangun karakter yang baik.
Selain itu, Dudung mengapresiasi peran kepala sekolah dan guru sebagai pihak yang berperan penting dalam membentuk masa depan generasi muda Indonesia melalui proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga karakter dan kepedulian sosial.