Nasional

Penegakan Hukum dan Stabilitas Ekonomi Jadi Faktor Utama Kepuasan Publik terhadap Prabowo

Penegakan Hukum dan Stabilitas Ekonomi Jadi Faktor Utama Kepuasan Publik terhadap Prabowo

Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei nasional mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto pada semester pertama 2026. Hasil survei menunjukkan 81,5 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden, sementara 11,2 persen tidak puas dan 7,3 persen tidak memberikan jawaban.

Direktur Eksekutif IDM Dedy Rohman menyatakan tingginya tingkat kepuasan publik menunjukkan mayoritas masyarakat masih memberikan kepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, publik menilai pemerintah memiliki komitmen dalam memperkuat penegakan hukum, menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global, serta menjalankan program prioritas yang manfaatnya mulai dirasakan masyarakat.

Survei mencatat penegakan hukum menjadi faktor yang paling memengaruhi tingkat kepuasan publik. Sebanyak 86,7 persen responden menyatakan puas terhadap langkah pemerintah dalam penegakan hukum terkait dugaan korupsi pada program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan bantuan sosial.

Di bidang ekonomi, 65,3 persen responden menilai pemerintah berhasil menjaga stabilitas ekonomi nasional, sedangkan 19,8 persen menyatakan belum puas. Untuk komunikasi publik Presiden, 75,3 persen responden mengaku menyukai pola komunikasi yang digunakan Presiden Prabowo.

IDM juga mencatat dukungan masyarakat terhadap sejumlah program prioritas pemerintah. Program Sekolah Rakyat memperoleh dukungan tertinggi sebesar 85,6 persen, diikuti bantuan sosial 81,2 persen, Makan Bergizi Gratis 68,4 persen, dan Koperasi Desa Merah Putih 53,5 persen.

Survei dilakukan pada 11–20 Juli 2026 terhadap 1.640 responden di seluruh provinsi Indonesia menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka dan verifikasi digital. Survei memiliki margin of error sekitar 2,37 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.