PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I terus memperkuat produksi tembakau premium untuk memenuhi permintaan industri cerutu dunia yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Dua komoditas unggulan perusahaan, yakni Tembakau Besuki Bawah Naungan (TBBN) dan Tembakau Deli, masih menjadi pilihan utama produsen cerutu premium di berbagai negara.
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengatakan kedua jenis tembakau tersebut telah lama dikenal sebagai bahan pembungkus cerutu premium berkualitas tinggi. Karakteristik daun yang elastis, halus, memiliki warna premium, stabilitas bakar yang baik, serta aroma khas menjadi daya tarik utama bagi pasar internasional, khususnya di Eropa dan Amerika Latin.
Seiring meningkatnya permintaan global, PTPN I melakukan langkah strategis melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam. Pada musim tanam 2026, perusahaan memperluas lahan tembakau hingga 500 hektare guna menjaga kontinuitas pasokan dan memenuhi kontrak ekspor yang terus bertambah.
Kinerja produksi tembakau premium PTPN I juga menunjukkan tren positif. Setelah sempat mengalami penurunan pada 2022, volume produksi kembali meningkat dan mencapai lebih dari 972 ribu kilogram pada 2025. Produktivitas lahan pun terus membaik hingga menyentuh 1.397 kilogram per hektare, menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Meski menghadapi tantangan perubahan iklim, PTPN I menerapkan berbagai strategi mitigasi, mulai dari penyesuaian kalender tanam, pemantauan cuaca secara real-time, penggunaan varietas yang lebih adaptif, hingga penguatan sistem quality control dan traceability dari pembibitan hingga pascapanen. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas tembakau premium Indonesia agar tetap menjadi standar utama dalam industri cerutu premium dunia.