Ekonomi

Harga Minyak Dunia Turun di Bawah USD 100, Ketegangan Selat Hormuz Masih Tekan Pasar

Harga Minyak Dunia Turun di Bawah USD 100, Ketegangan Selat Hormuz Masih Tekan Pasar

Harga minyak dunia kembali melemah dan turun di bawah level USD 100 per barel pada perdagangan Jumat, 11 April 2026. Penurunan ini terjadi di tengah ketegangan yang masih berlangsung di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Mengacu pada data perdagangan, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 1,5 persen ke posisi USD 96,37 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni juga melemah 1,3 persen menjadi USD 94,69 per barel, setelah sebelumnya sempat menyentuh level USD 100.

Tekanan terhadap pasar energi global masih tinggi karena arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih. Jalur ini sebelumnya menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, namun kini masih terbatas akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Iran untuk segera membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Ia menilai kebijakan Iran telah menghambat distribusi minyak global dan berpotensi mengganggu kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Di lapangan, kondisi distribusi disebut masih tidak menentu. Kapal tanker minyak dilaporkan kesulitan melintas, bahkan harus mengambil rute alternatif yang lebih dekat ke wilayah Iran dengan biaya operasional yang meningkat tajam.

Situasi semakin diperburuk oleh serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi yang memangkas produksi hingga sekitar 600.000 barel per hari. Selain itu, aliran minyak melalui pipa East-West juga mengalami penurunan signifikan, sehingga memperketat pasokan global.

Dengan kondisi tersebut, analis memperkirakan pasokan minyak dari kawasan Teluk berpotensi terus menurun dalam waktu dekat. Hal ini dapat memaksa negara-negara konsumen untuk mengandalkan cadangan energi dan sumber alternatif, di tengah tekanan harga yang mulai memengaruhi permintaan global.

Dikutip dari liputan6.com