Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog tetap stabil di angka 4,5 juta ton, tertinggi dalam sejarah Indonesia. Stok ini dipastikan aman meski terjadi gejolak pangan global, khususnya di Timur Tengah.
Kebijakan strategis pemerintah, seperti peningkatan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram, subsidi pupuk, serta transformasi pertanian modern, berhasil mendorong peningkatan produksi beras secara signifikan dalam waktu singkat.
Amran menambahkan kapasitas gudang pemerintah saat ini hanya 3 juta ton, sehingga tambahan penyimpanan melalui sewa gudang telah dilakukan. Dengan pengelolaan ini, stok beras nasional diperkirakan akan meningkat hingga 5 juta ton dalam beberapa minggu ke depan, bahkan berpotensi mencapai 6 juta ton dalam dua bulan.
Di Sulawesi Selatan, misalnya, stok beras meningkat dari 300 ribu ton menjadi 761 ribu ton, menunjukkan lonjakan lebih dari dua kali lipat. Dengan cadangan yang melimpah dan panen yang sedang berlangsung, pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga dan aman hingga 11 bulan ke depan.
Mentan juga mengajak masyarakat untuk mengecek langsung gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia sebagai verifikasi kondisi stok, memastikan transparansi dan keyakinan publik terhadap ketersediaan pangan.
Dikutip dari antaranews.com