Banjir akibat cuaca ekstrem melanda Kabupaten Serang, Banten, sejak Jumat hingga Minggu malam (8/3/2026), menyebabkan 2.682 rumah terendam dan sekitar 9.184 warga terdampak, termasuk 337 lansia dan 222 balita yang menjadi prioritas pengawasan.
Banjir terjadi di 24 desa yang tersebar di 13 kecamatan, di antaranya Jawilan, Cinangka, Tunjungteja, Pamarayan, Bojonegara, dan Pontang. Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi fasilitas umum seperti Masjid Al Amin dan SDN 1 Tonjong, serta mengganggu akses jalan desa.
BPBD Kabupaten Serang mencatat hujan lebat disertai angin kencang juga memicu pergerakan tanah di Desa Kadubereum dan Margatani serta pohon tumbang di Desa Mangkunegara. Tinggi muka air bervariasi antara 40 hingga 60 cm tergantung lokasi.
Saat ini, BPBD bersama BMKG terus melakukan kaji cepat, menyalurkan bantuan logistik, dan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan siap melakukan evakuasi mandiri jika debit air meningkat. Beberapa kebutuhan mendesak termasuk alat penyedot air, perahu karet, dan makanan siap saji.
Dikutip dari RRI.co.id