Jakarta – Data terbaru dari S&P Global Market Intelligence menunjukkan PMI Manufaktur Indonesia Februari 2026 mencapai 53,8 poin, naik dari 52,6 poin pada Januari 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Maret 2024 dan menandakan ekspansi sektor industri manufaktur.
Fakta utama:
- Zona ekspansi: PMI di atas 50 poin, menandakan manufaktur menguat.
- Permintaan meningkat: Aktivitas produksi dan penjualan meningkat, mendorong perusahaan menambah tenaga kerja dan pembelian bahan baku.
- Tekanan harga: Produsen masih menghadapi kenaikan biaya produksi akibat harga bahan baku tinggi.
- Indeks Kepercayaan Industri (IKI): Kemenperin mencatat IKI Februari 2026 di angka 54,02 poin, dengan 19 dari 23 subsektor industri pengolahan berada dalam ekspansi.
- Subsektor terkuat: Industri pencetakan & reproduksi media rekaman, dan industri alat angkutan lainnya.
Prospek: Kondisi manufaktur yang kuat pada pertengahan triwulan pertama memberikan prospek positif untuk bulan-bulan mendatang, mendukung pertumbuhan ekonomi sektor industri pengolahan.
Dikutip dari antaranews.com