Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa tingginya debit air akibat hujan deras dan rob menjadi tantangan utama dalam perbaikan tanggul jebol di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan ada dua tanggul yang rusak akibat banjir, yaitu tanggul Sungai Cabean dan Sungai Tuntang. Perbaikan tanggul Sungai Cabean telah mencapai sekitar 70 persen di sisi kiri dan 80 persen di sisi kanan, sedangkan perbaikan tanggul Sungai Tuntang tertunda karena debit air yang masih tinggi.
“Upaya lanjutan meliputi penguatan tanggul, normalisasi saluran sekunder, pemasangan jaring penahan sampah, serta pembersihan saluran dengan alat berat. Semua kegiatan dikoordinasikan melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir,” jelas Abdul.
Sejumlah wilayah, terutama lima desa di Kecamatan Sayung, masih tergenang dengan ketinggian air 10–50 cm. Kondisi ini dipicu curah hujan tinggi dan karakter cekungan wilayah serta tingginya air rob, sehingga aliran ke Sungai Dombo belum optimal.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan segera melaporkan bencana melalui saluran resmi agar penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat.
Dikutip dari antaranews.com