Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp 16.933 Seiring Dolar AS Menguat

Rupiah Melemah ke Rp 16.933 Seiring Dolar AS Menguat

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, menjadi Rp 16.933 per dolar AS, turun 49 poin atau 0,29% dari posisi sebelumnya Rp 16.884. Pelemahan rupiah dipicu penguatan dolar di pasar global.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai rupiah tertekan karena ekspektasi pemotongan suku bunga AS menurun setelah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kondisi cukup solid. Indikator seperti US Durable Goods Orders, Housing Starts, dan produksi industri tercatat lebih baik dari perkiraan pasar, sehingga memperkuat posisi dolar sebagai aset aman.

Selain itu, notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Januari 2026 mengindikasikan beberapa anggota The Fed tetap khawatir terhadap inflasi dan memberi sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga. Ketegangan geopolitik terkait negosiasi nuklir AS-Iran juga mendorong sikap risk-off investor.

Di dalam negeri, pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Josua memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga kebijakan di 4,75%, sehingga rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.875–16.975 per dolar AS dalam beberapa hari ke depan.

Dikutip dari liputan6.com