Ragam

Ekskursi Arsitektur UI 2025 Hadirkan Kehidupan dan Rumah Suku Kajang

Ekskursi Arsitektur UI 2025 Hadirkan Kehidupan dan Rumah Suku Kajang

Suku Kajang di Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, memiliki kehidupan yang erat dengan alam, mengharmoniskan borong (hutan), tau (manusia), dan bola (rumah). Adat dan budaya mereka, termasuk busana serba hitam, dijaga ketat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Mahasiswa Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) mendokumentasikan arsitektur vernakular suku Kajang melalui pameran Ekskursi Arsitektur UI 2025 di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, hingga 30 Januari 2026. Dokumentasi dilakukan secara manual karena larangan penggunaan alat elektronik di wilayah Kajang Dalam, termasuk drone.

Pameran menampilkan beragam media: sketsa, maket, foto, video, zine, buku, dan film. Perbedaan Kajang Luar dan Kajang Dalam ditonjolkan: Kajang Luar dipresentasikan lewat foto, sementara Kajang Dalam melalui sketsa dan ilustrasi digital.

Beberapa aspek menarik arsitektur Kajang:

  • Alas kaki dilepas sebagai simbol menghormati tanah.
  • Sistem bongkar pasang rumah untuk tradisi berkabung, dengan ruang tambahan bernama barung-barung.
  • Makets detail rumah dan permukiman membantu pengunjung memahami ukuran dan struktur asli.

Pameran ini tidak hanya menampilkan arsitektur tradisional, tetapi juga mengajak pengunjung merenungkan hubungan masyarakat adat dengan alam, ruang, dan kehidupan.

Dikutip dari kompas.id