Dua partai politik baru resmi dideklarasikan pada pertengahan Januari 2026: Partai Gema Bangsa dan Gerakan Rakyat. Gema Bangsa, diketuai Ahmad Rofiq dan eks kader Perindo, mengusung visi “Indonesia Reborn” untuk memperkuat kemandirian politik dan menolak sentralisasi kekuasaan. Partai ini menekankan kepemilikan partai di tangan kader di seluruh Indonesia dan memperjuangkan kedaulatan nasional.
Sementara itu, Gerakan Rakyat yang sebelumnya merupakan ormas, mengumumkan dukungan penuh kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden dan menargetkan pendaftaran resmi sebagai parpol pada Februari 2026. Ketua Umum Sahrin Hamid menegaskan identitas partai akan terikat dengan Anies, sambil mendorong kader bersiap memenuhi persyaratan hukum parpol.
Pengamat politik menilai kedua partai ini merupakan contoh “early booking” Pilpres, di mana parpol baru lebih menonjolkan dukungan figur ketimbang ideologi atau program. Strategi ini memungkinkan mereka langsung memengaruhi persepsi publik dan menyiapkan basis elektoral, meski berpotensi melemahkan posisi partai jika dinamika politik berubah.
Fenomena ini menunjukkan pergeseran fungsi partai politik di Indonesia, dari arena kaderisasi dan gagasan menjadi instrumen elektoral untuk tokoh tertentu, sekaligus memperpanjang suhu kompetisi politik nasional menjelang Pemilu 2029.
Dikutip dari liputan6.com