Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat mengalami enam kali erupsi pada Senin (19/1/2026) pagi dengan tinggi kolom letusan berkisar antara 300 meter hingga 1 kilometer di atas puncak. Erupsi tertinggi terjadi pada pukul 05.19 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setinggi 4.676 mdpl.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke timur laut. Selain erupsi, aktivitas kegempaan juga didominasi gempa letusan, guguran, harmonik, serta satu kali gempa tektonik jauh.
Saat ini Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta menjauhi radius lima kilometer dari kawah karena potensi lontaran batu pijar.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan dan sejumlah aliran sungai lainnya, seiring masih tingginya aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Dikutip dari antaranews.com