Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendampingi petani terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, tim Kementan langsung turun ke lapangan untuk mendata kerusakan lahan, sarana produksi, tanaman, dan ternak.
Data Kementan mencatat:
- Lahan sawah terdampak: 107.324 hektare, dengan 44.600 hektare padi dan jagung puso
- Lahan perkebunan non-sawit: 29.310 hektare
- Hortikultura: 1.803 hektare
- Ternak mati atau hilang: 820 ribu ekor
- Kerusakan infrastruktur: 58 rumah potong hewan, 74 balai penyuluhan, 152 km irigasi
Sebagai respons cepat, Kementan menyalurkan alat dan mesin pertanian serta memulai rehabilitasi lahan agar petani segera bisa menanam kembali. Tim juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, TNI, dan Polri untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan stok pangan aman.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal 1.189 jiwa, hilang 141 orang, dan 195.542 warga terpaksa mengungsi ke tempat aman. Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 67.876 jiwa.
Mentan menegaskan, pemerintah ingin memastikan petani tidak menghadapi bencana sendirian, sehingga pemulihan sektor pertanian di Sumatra dapat berjalan cepat dan terukur.
Dikutip dari RRI.co.id