Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan akan menyalurkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung sebanyak 500 ribu ton pada 2026 untuk menjaga stabilitas harga, melindungi petani, serta memperkuat pasokan pakan dan ketahanan pangan nasional.
Target penerima SPHP jagung adalah peternak ayam layer skala mikro, kecil, dan menengah, yang sebagian besar membutuhkan jagung pakan tinggi, yakni 60–91 persen dari kebutuhan pakannya.
Sepanjang 2025, serapan jagung produksi dalam negeri oleh Perum Bulog tercatat mencapai 101 ribu ton, dengan daerah penyerap tertinggi di NTB, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. Dari stok Cadangan Jagung Pemerintah (CJP), 51,2 ribu ton telah disalurkan melalui SPHP kepada 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.
Pemerintah menegaskan tidak ada impor jagung untuk pakan, benih, maupun rumah tangga pada 2026, sekaligus menekankan peran penting Perum Bulog dalam menyerap jagung produksi dalam negeri agar stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.
Peningkatan produksi jagung nasional selama 2025 yang surplus terhadap kebutuhan konsumsi menjadi bukti kolaborasi efektif antara pemerintah, Bulog, dan jajaran Polri.
Dikutip dari antaranews.com