Harga minyak dunia menguat pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026), terdorong ketidakpastian politik di Venezuela. Minyak mentah AS (WTI) naik USD 1 atau 1,74% menjadi USD 58,32 per barel, sedangkan minyak Brent menguat USD 1,01 atau 1,66% ke USD 61,76 per barel.
Kenaikan ini menyusul penggulingan Presiden Nicolas Maduro melalui operasi yang didukung AS. Presiden Donald Trump menegaskan AS akan mengirim perusahaan minyak besar untuk berinvestasi di sektor minyak Venezuela, meski embargo tetap berlaku. Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel atau 17% cadangan global, menurut EIA.
Produksi minyak Venezuela saat ini hanya sekitar 800.000 barel per hari, jauh menurun dari puncaknya 3,5 juta barel per hari pada 1990-an. Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di sana.
Analis menilai penggulingan Maduro dapat memicu gangguan pasokan jangka pendek, sementara masuknya investasi AS berpotensi menekan harga minyak jangka panjang.
Dikutip dari liputan6.com