Melati putih (Jasminum sambac) memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku kosmetik alami. Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Ani Kurniawati, menyampaikan bahwa melati putih memiliki kadar minyak atsiri yang relatif tinggi, waktu berbunga yang cepat, serta aroma khas yang diminati pasar dalam dan luar negeri.
Ia menjelaskan, tren kosmetik berbasis bahan alam terus berkembang secara global. Pasar biokosmetik alami diperkirakan mencapai lebih dari USD 54,5 miliar pada 2027. Dalam konteks tersebut, melati putih menjadi salah satu komoditas potensial Indonesia karena kandungan bioaktifnya yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antiaging, serta pencerah kulit.
Selain melati, sejumlah tanaman lain seperti kenanga, kulit manggis, jintan hitam, bengkuang, nilam, jahe, dan kunyit juga berpotensi menjadi bahan kosmetik dan telah dikaji secara agronomi. Melati sendiri banyak dibudidayakan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta dikenal sebagai simbol flora nasional Puspa Bangsa yang memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi tinggi.
Sumber liputan6.com