Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 mdpl, masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Pada pengamatan Senin pagi (00.00-06.00 WIB), tercatat 38 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm dan durasi 85-140 detik. Selain itu, gunung yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang ini juga mengalami gempa tektonik jauh, serta beberapa jenis gempa lainnya termasuk guguran, hembusan, harmonik, dan vulkanik dalam.
Secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis, dengan cuaca cerah hingga berawan dan angin sedang hingga kencang ke arah utara. Status gunung saat ini berada pada Level III (Siaga).
PVMBG memberikan sejumlah rekomendasi keselamatan: masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak, serta di luar area tersebut tetap harus menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai yang rawan lahar dan awan panas. Aktivitas juga dilarang dalam radius 5 km dari kawah karena risiko lontaran batu pijar.
Warga diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang sungai/lembah berhulu dari puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai kecil anak dari Besuk Kobokan.
Dikutip dari antaranews.com