Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mendorong setiap Cagar Budaya Nasional memiliki museum sendiri untuk meningkatkan literasi sejarah di masyarakat. Upaya ini bertujuan agar informasi seputar warisan budaya dapat diakses lebih luas, khususnya bagi komunitas lokal dan generasi muda.
Pemerintah mendukung inisiatif ini melalui berbagai bentuk, mulai dari anggaran, pendanaan, hingga penyediaan sarana dan prasarana. Untuk memastikan keberlanjutan museum, pemerintah juga menerapkan skema kerja sama public-private partnership, meningkatkan kualitas pengelolaan dan pemanfaatan cagar budaya.
Sebagai contoh, dukungan ini telah terealisasi pada Gereja Immanuel Jakarta. Ketua Majelis Jemaat Pdt. Abraham Ruben Persang menyebut pengelola gereja sempat menggalang dana untuk pemeliharaan gedung tua melalui turnamen golf. Menbud Fadli menyambut positif rencana pengembangan galeri sejarah di gereja tersebut, menekankan pembangunan galeri sebagai sarana edukasi dan literasi sejarah yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan dorongan ini, diharapkan setiap Cagar Budaya Nasional memiliki museum, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan sejarah Indonesia.
Dikutip dari RRI.co.id