Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, menegaskan komitmen pemerintah menyediakan akses pendidikan yang adil dan merata bagi penyandang disabilitas. Qodari merujuk pada penegasan Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan nasional harus memastikan tidak ada warga negara tertinggal, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
Menurut Qodari, salah satu fokus utama adalah penguatan pendidikan inklusif berkelanjutan. Namun, ia menyoroti kendala pembiayaan, karena gaji tenaga pendidikan masih minim dan bantuan Kementerian Sosial sering tidak menjangkau sekolah luar biasa yang tidak memiliki panti asuhan.
“Sekolah yang melayani penyandang disabilitas tidak harus memiliki panti untuk tetap mendapatkan bantuan operasional rutin,” ujar Qodari. Ia menambahkan, KSP akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial mencari solusi terbaik bagi SLB dengan jumlah murid terbatas, seperti SLB Ulaka Penca yang hanya memiliki 75 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Selain pendidikan, pemerintah juga menekankan pemberdayaan, kemandirian, perlindungan sosial berkeadilan, serta kolaborasi gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Qodari menyampaikan apresiasi tinggi kepada SLB Ulaka Penca, yayasan, dan pendidik atas dedikasi mereka dalam membangun masa depan penyandang disabilitas sebagai bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia.
Dikutip dari RRI.co.id