Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menekankan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri saat menjabat Presiden RI sebagai contoh etika dan integritas tinggi. Dalam seminar “Refleksi Hari Anti Korupsi Sedunia” di Jakarta, Hasto menyoroti bagaimana Megawati konsisten menghindari intervensi kekuasaan dan tidak memanfaatkan posisi untuk kepentingan pribadi maupun partai.
Hasto menjelaskan bahwa pembentukan KPK oleh Megawati lahir dari kesadaran terhadap maraknya nepotisme, kolusi, dan korupsi serta lemahnya penegakan hukum yang dikendalikan penguasa. Hal ini menunjukkan sikap independen Megawati dalam mendukung penindakan kasus korupsi dan memastikan check and balances tetap berjalan.
Menurut Hasto, fenomena korupsi yang terus meningkat saat ini menunjukkan menurunnya nilai-nilai etika moral bangsa. Ia mengingatkan, demokrasi membutuhkan etika dan moral, serta larangan absolut bagi intervensi eksekutif terhadap lembaga negara lain, sesuai pandangan dalam buku Steven Levitsky tentang krisis demokrasi.
Hasto menegaskan bahwa PDIP lahir sebagai gerakan koreksi terhadap sistem otoriter dan praktik yang menyuburkan korupsi, kolusi, dan nepotisme, sekaligus memperkuat nilai etika moral bangsa.
Dikutip dari antaranews.com