Industri asuransi jiwa Indonesia menunjukkan kinerja yang solid hingga September 2025, dengan total aset mencapai Rp648,58 triliun, tumbuh 2,9 persen secara tahunan (yoy). Menurut Ketua Bidang Operational of Excellence AAJI, Yurivanno Gani, stabilitas aset ini menunjukkan ketahanan bisnis dan kesehatan keuangan yang baik dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Mayoritas aset industri asuransi jiwa ditempatkan pada instrumen investasi, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat sebesar Rp236,88 triliun, atau naik 15,2 persen. Alokasi di saham tercatat Rp124,57 triliun, turun 14 persen yoy, sementara instrumen lain seperti penyertaan langsung dan properti juga mencatat pertumbuhan positif.
Yurivanno menekankan strategi investasi adaptif yang berfokus pada perlindungan nasabah dan manajemen risiko, dengan potensi peningkatan portofolio saham seiring membaiknya kondisi pasar modal.
Dikutip dari antaranews.com