Ekonomi

Perak Dunia Dekati USD 58, Namun Harga Perak Antam Justru Turun: Ini Penyebab dan Outlooknya

Perak Dunia Dekati USD 58, Namun Harga Perak Antam Justru Turun: Ini Penyebab dan Outlooknya

Harga perak Antam kembali terkoreksi pada Kamis, 4 Desember 2025, dengan penurunan Rp 50 menjadi Rp 36.295 per gram, mengikuti pelemahan harga emas. Pergerakan ini dilaporkan melalui laman resmi logammulia.com, setelah sebelumnya harga perak Antam berada di level Rp 36.345 per gram.

Meski harga perak domestik melemah, pasar global justru mencatat volatilitas tinggi. Harga perak dunia diperdagangkan mendekati rekor tertinggi di atas USD 58 per ons, mencerminkan lonjakan permintaan investasi dan ketatnya pasokan fisik. Analis Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, menilai reli perak saat ini semakin “parabola” dan memperingatkan potensi pergerakan ekstrem ke USD 75 per ons atau koreksi ke USD 40 per ons.

Secara year-to-date, perak telah naik 100% pada 2025 dan mencatat performa terbaik sejak 1979. Rasio emas-perak anjlok ke 72 poin, terendah dalam empat tahun, menunjukkan perak mengungguli emas secara signifikan.

Sementara itu, defisit pasar lima tahun dan ancaman tarif AS setelah perak masuk daftar logam kritis memberikan tekanan baru pada rantai pasokan. Sentimen global ini membuat investor harus berhati-hati, sekaligus memperhatikan peluang jangka panjang pada instrumen perak Antam, termasuk varian 250 gram, 500 gram, dan perak butiran murni 99,95%.

Dikutip dari liputan6.com