Harga minyak dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Selasa, dipicu laporan bahwa Ukraina menyetujui kesepakatan damai potensial. Harga minyak Brent turun 89 sen atau 1,4% menjadi USD 62,48 per barel, sedangkan WTI turun 89 sen atau 1,51% menjadi USD 57,95 per barel.
Laporan ini meningkatkan ekspektasi bahwa pencabutan sanksi terhadap Rusia bisa terjadi, yang berpotensi meningkatkan pasokan minyak ke pasar global. Namun, analis menekankan bahwa negosiasi damai masih memerlukan persetujuan Rusia, sehingga ketidakpastian tetap tinggi.
Selain itu, pasar minyak juga fokus pada prospek surplus pasokan pada tahun 2026. Deutsche Bank memperkirakan surplus minyak mentah setidaknya 2 juta barel per hari, yang menambah tekanan bearish bagi harga minyak. Faktor lain yang memengaruhi pasar adalah potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS, yang dapat merangsang permintaan minyak.
Sentimen pasar tetap sensitif terhadap keseimbangan pasokan dan permintaan minyak mentah, termasuk dampak sanksi terhadap perusahaan minyak Rusia dan ekspor yang meningkat ke China.
Dikutip dari liputan6.com