Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan hari Senin di Jakarta, turun sebesar 19 poin atau 0,11% menjadi Rp16.726 per dolar Amerika Serikat (AS) dari posisi sebelumnya Rp16.707 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah pelaku pasar yang bersikap hati-hati menjelang rilis data ekonomi domestik dan global.
Para investor mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan pada Rabu, 19 November 2025, serta data pertumbuhan kredit dan uang beredar (M2) periode Oktober 2025. Sementara dari kancah global, pergerakan rupiah juga dipengaruhi oleh data ekonomi AS pasca government shutdown dan ekspektasi terkait kebijakan suku bunga The Fed.
Pelemahan rupiah seiring dengan sentimen global yang berhati-hati menunjukkan bahwa pergerakan mata uang domestik berpotensi volatil di awal pekan ini, namun analis menilai rupiah tetap berada dalam tren stabil jika kondisi ekonomi domestik mendukung.
Dikutip dari antaranews.com