Ekonomi

PTPN Tunda Panen Kopi Akibat Anomali Iklim, Fokus Jaga Kualitas

PTPN Tunda Panen Kopi Akibat Anomali Iklim, Fokus Jaga Kualitas

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo melakukan penyesuaian jadwal panen kopi pada awal 2026 akibat anomali iklim yang ditandai curah hujan tinggi.

Langkah tersebut diambil untuk menjaga kualitas biji kopi, meskipun berdampak pada penundaan panen raya. Perusahaan memilih menunggu hingga buah kopi mencapai kematangan optimal sebelum dipanen.

Meski menghadapi tantangan cuaca, PTPN tetap mencatat kinerja positif. Pada triwulan I 2026, perusahaan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp3,43 miliar, dengan penjualan kopi meningkat signifikan menjadi Rp21,78 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Curah hujan tinggi menyebabkan berkurangnya intensitas sinar matahari yang dibutuhkan tanaman kopi untuk proses pematangan, sehingga perkembangan buah menjadi lebih lambat di sejumlah wilayah perkebunan.

Sebagai respons, perusahaan menggeser jadwal panen raya ke Mei 2026 agar kualitas kopi tetap terjaga saat masuk ke pasar.

PTPN menilai keseimbangan antara kualitas dan kuantitas menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika iklim yang semakin tidak menentu, sekaligus menjaga daya saing produk kopi di pasar.

Dikutip dari antaranews.com