Harga minyak dunia anjlok drastis pada 8 April 2026 setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke Iran selama dua minggu. West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 15% ke USD 95,63 per barel, sementara Brent juga mengalami penurunan signifikan. Penangguhan serangan diberikan sebagai imbalan atas persetujuan Iran membuka jalur aman melalui Selat Hormuz, jalur penting yang menghubungkan produsen Teluk Persia ke pasar global.
Gangguan pasokan minyak global akibat ketegangan sebelumnya telah mendorong harga melonjak. Gencatan senjata sementara ini memberikan ruang bagi negosiasi diplomatik, termasuk intervensi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, sehingga pasar minyak merespons dengan penurunan tajam. Para analis memperingatkan bahwa stabilitas jalur Selat Hormuz menjadi kunci bagi harga minyak dan pasokan bahan bakar dunia, termasuk bensin, solar, dan jet fuel.
Dikutip dari liputan6.com