Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mempercepat pembangunan 30 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang mencakup 61 kabupaten dan kota. Inisiatif ini merupakan arahan Presiden untuk menangani kedaruratan sampah nasional secara sistematis dan terintegrasi.
Proyek PSEL memiliki kapasitas pengolahan hingga 14,4 juta ton sampah per tahun, sekitar 22,5 persen dari timbunan sampah nasional. Sisa 77,5 persen ditangani melalui pendekatan lain di perkantoran, pasar, sekolah, dan fasilitas publik. Teknologi yang digunakan mencakup waste to energy, refuse-derived fuel (RDF), dan kompos.
Beberapa proyek telah masuk tahap tender, antara lain di Denpasar Raya, Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta, sementara daerah lain seperti Palembang, Tangerang Selatan, Makassar, dan Lampung Raya sudah siap lelang. Pemerintah menargetkan batch pertama proyek beroperasi pada 2027, dengan batch berikutnya pada Mei 2028.
Langkah ini diharapkan memperkuat strategi nasional pengelolaan sampah, sekaligus memanfaatkan limbah sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan.
Dikutip dari RRI.co.id